"Dalam Hidup Santai Hampir Tidak Ada"

Wednesday, January 20, 2021

Pengembangan Vent I: Perjuangan untuk Kemanusiaan

Stadium Generale -1 

Pembicara : Dr. Ir. Syarif Hidayat, M.T.

Di awali dengan artikel Pabrik Otomotif Indonesia diminta bikin ventilator untuk Pasien Corona, dan pada tanggal 28 Maret 2020 tepatnya hari sabtu pemerintah Indonesia meminta pabrik pabrik otomotif  untuk membuat ventilator untuk pasien corona, tak hanya di Indonesia sama halnya di luar negeri seperti Inggris pun pabrik pabrik otomotif diminta untuk membuat ventilator, di Amerika pun sama, dan MIT pun menerjunkan tim untuk membuat ventilator. Saat itu kondisi memang sangat genting, ITB pun lockdown. Saat itu hampir seluruh dunia butuh ventilator, tidak hanya Indonesia saja.

Salah satu fungsi Vent-I memberi bantuan pernafasan kepada pasiennya yang sulit bernafas. Seperti yang telah kita ketahui bahwa salah satu simton covid-19 yaitu membuat alveoli kita tidak berfungsi karena dibanjiri dengan lendir yang lengket sehingga alveoli tidak dapat berkembang, dengan demikian tidak dapat menyerap oksigen, dengan demikian seterusnya menyebabkan efek yang spiraling karena Oksigen kurang maka terjadi kegagalan multifungsi organ.

Pengembangan Vent-I, dimulai dari tanggal 23 Maret 2020 projek dimulai, kemudian seminggu selanjutnya tepatnya pada tanggal 30 Maret 2020 Nama Vent-I diperkenalkan, dan butuh waktu 1 Bulan untuk lulus uji (23 Maret-22 April 2020), meliputi uji keamanan serta uji ketahanan, dan 1 bulan kemudian lulus uji klinis.

Rancang  Bangun Vent-I ,Rancangan harus dapat diproduksi secara cepat dan massal serta terjangkau

Kriteria nya sebagai berikut.

  •     Mudah di buat, mudah di gunakan.
  •        Menghindari komponen yang sulit di peroleh di pasaran.
  •        Melakukan rekayasa pembuatan komponen.
  •        Komponen sedapat mungkin di produksi di dalam negeri.

Selanjutnya varian awal yang di kembangkan yaitu Ventilator CPAP, ventilator jenis Continuous Positive Airway Pressure. Fungsi  CPAP yaitu memberikan tekanan konstan ke paru-paru secara konstan agar paru-paru tetap mengembang.

Produksi Vent-I tersebar tidak hanya di satu tempat, komponen komponen utama di produksi di Polman kemudian perakitan sebagian besar di lakukan di Polban, Polman , PTDI dan ada yang di Kudus, dan setelah dilakukan Quality Control di Salman kemudian dilakukan Uji ketahanan, dan selanjutnya dimasukan ke mesin sterilisasi dan terakhir pengepakan.

Update 2021

  •        Produksi Vent-I di Panasonic Health Care.
  •        Pertama dalam sejarah: Barang ciptaan Indonesia diproduksi perusahaan        Jepang.

Kita punya rasa takut tetapi kita tidak boleh didikte oleh rasa takut karena sesungguhnya ketika kita melakukan peperangan dengan siapapun dengan golongan manapun dengan bangsa manapun, bukan luka atau kematian lah yang membuat kita kalah melainkan dikte dari rasa takut lah yang membuat kalah-  Dr. Ir. Syarif Hidayat, M.T.

Lesson Learned: Ekosistem Invensi Teknologi

User, user diperlukan untuk memberikan voice of costumer ; Investor, Dalam Vent-I investornya adalah  Masyarakat ; Inventor, dalam Vent-I invetor nya dari ITB, UNPAD, dan Salman;Toolmaker dan ;Programemer (pada zaman sekarang). Semuanya akan berjalan jika ada entrepreneur. Serta untuk sampai ke pasar Ekosistem Inovasi Teknologi, kita butuh Trader ( orang yang jago jualan), Fabricator, Invensi, Investor, Regulator

Peran media komunikasi

Dalam kasus Vent-I sangat dimungkinkan media sosial, walaupun sekarang media sosial banyak kasus noise nya tetapi media sosial juga memiliki sisi positifyang memungkinkan kita untuk berkolaborasi.

Perubahan Model Inovasi

Kedepan Inovasi itu sebagian besar di seluruh dunia akan banyak di kreasikan oleh start up company (pribadi- pribadi).


Resume oleh : Alvaz Adnan Naufal (Teknik Geodesi dan Geomatika ITB)

 

No comments: