"Dalam Hidup Santai Hampir Tidak Ada"

Tuesday, March 16, 2021

Warisan Gambar-Cadas Prasejarah: dari Zaman Glasial sampai Zaman Laut

 Stadium Generale 9

Pembicara : Dr. Pindi Setiawan (Pengajar dan Peneliti Komunikasi Rupa Khusus Gambar Prasejarah dan Hindu-Budha)

Pak Pindi mengungkapkan bahwa salah satu mata kuliah di seni rupa yaitu menggambar, ternyata jika dilihat di buku prasejarah kegiatan menggambar sudah dilakukan sejak zaman dulu. 90% situs gambar prasejarah Indonesia jauh dari kehidupan modern. Sampai 1990 an banyak buku dan laporan penelitian yang mempresentasikan gambar tidak seperti imaji aslinya. kemudian, sampai tahun 1994 dipercaya gambar gambar austronesia dibuat oleh kelompok toaleans 4000 tahun lalu, semua buku sejarah menyatakan tidak ada di Indonesia Barat dan di Kalimantan tidak ditemukan gambar cadas Hematit tetapi pasca 1994 ditemukan gambar cadas (Hematit) di Sangkulirang-Kalimantan. Daerah Sangkulirang adalah daerah kawasan karst ada sekitar 7 Gunung Karst raksasa yang tersebar dan panjangnya bisa mencapai 20 kilometer. Kemudian pak Pindi juga menjelaskan bahwa di Sangkulirang, Kalimantan dan juga Maros, Sulawesi menunjukan budaya gambar tertua di dunia dan ditemukan gambar imaji satwa yang sudah punah dan alat buru jaman Savana.

Glacial Journey, pasca 2014 terdapat 3 daerah yaitu Sangkulirang, Maros Pangkep dan Lenehara di Timor Timur yang dibuat pada zaman glasial. Mamalia dominan yang paling tua yaitu terdonge mencapai 45.500 tahun. Terdapat 3 Jaman di Indonesia yaitu Glasial, de-Glasial (menuju laut) dan Laut. Dan kemudian pak Pindi menerangkan bahwa Paleolitik di Indonesia ada beberapa berada pada ruang gelap dan kajian lanjutnya sedang mengembangkan 3D model. Adapun penjelasan tentang Gua Ham yang merupakan gambar cap tangan negatif yang berjejer, cap tangan tersebut tersusun pada dua lapis dinding 8+2 buah pada lapis depan atas 13 buah pada lapis belakang bawah. Pencatatan imaji pada 2002 terdapat 568 hanf stencil, 2010 terdapat 453 stencil dan pada tahun 2015 terdapat 293 hand stencil. Penurunan jumlah imaji di duga akibat makin seringnya manusia masuk ke Gua Ham sejak ditemukannya tahun 2001. Sementara situs ini tidak dibuka umum dan tidak menjasi tempat bagi kunjungan wisata. Kemudian pada jaman laut es kutub mencair sehingga menyebabkan air laut naik 150 meter sejak 21000 tahun lalu. Walau situs jaman laut sudah dicatat oleh para pedagang Cina dan Eropa abad 19, namun sampai kini masih terus di temukan situs situs baru di Indonesia. Setelah Kalimantan pada 1994 , kemudian Sumatra sejak 2009 sudah mempunyai situs gambar cadas Prasejarah dan hanya pulau Jawa yang belum ditemukan.


Resume Oleh : Alvaz Adnan Naufal 15119078 ( Teknik Geodesi dan Geomatika ITB)

Tuesday, March 9, 2021

Memahami Semesta dalam Pandangan Nalar dan Rasa

 Stadium Generale 8

Pembicara : Dedi Mulyadi (Wakil Ketua Komisi IV DPR RI)

Menurut Pak Dedi seorang teknokrat Indonesia yang paling sukses dalam menapaki pengetahuan dan perjalanan hidup yang panjang sampai mencapai puncak kesempurnaan diri sebagai seorang manusia adalah Baharudin Jusuf Habibie. Seluruh kebijakan yang sesungguhnya ia memiliki kecintaan yang luar biasa pada negeri dipatahkan oleh atmosfer politik yang tidak menunjang untuk Pak Habibie untuk menunjang rasa cintanya terhadap bangsa Indonesia dan akhirnya caci maki datang pada setiap waktu ketika beliau menjadi presiden. Kemudian Pak Dedi menjelaskan tentang kisah cintanya Ainun dan Habibie, muncul atmosfer cintanya pada saat itu. Orang dapat memahami Pak Habibie secara utuh bagaimana dia mencintai Ainun tetapi dibalik itu ada sebuah cerita penting dalam pemahaman kerangka berpikir logis yang biasa digunakan oleh kaum teknokrat bahwa puncak dari logika itu adalah budi pekerti dan puncak dari intelektualitas adalah kehalusan rasa. Ketika seseorang sudah sampai pada puncak kehalusan rasa nalar dan intelektualitas itu hanya sekedar tanda.

Kegagapan orang Indonesia dalam sejarah peradabannya menurutnya gagal dalam mengartikulasikan masa lalu, kenapa gagal? Karena masa lalu dianggap sebagai sebuah ketertinggalan sejarah, masa lalu dianggap sebagai sebuah cerita yang biasa ada dalam cerita pantun dalam khasanah Sunda. Kegagalan ini mengakibatkan loncatan yang luar biasa dalam tata kelola berpikir dalam memahami bangsa, dampaknya yaitu adopsi pemikiran secara membabi buta kemudian dalam menerapkannya mengalami problem. Berangkat dari falsapah sunda yaitu cingcaringcing pageuh kancing , setsaringset pageuh iket. Cingcaringcing pageuh kancing memiliki makna bahwa manusia indonesia seutuhnya, empat kerangka yang dimiliki yaitu papat kalima pancer yang merupakan ajaran ideologi, bahwa manusia terbangun dari empat komponen dasar yaitu tanah, air, udara , dan matahari. Seluruh pengetahuan dasar tentang peradaban manusia  diawali dengan  empat hal tersebut. Keempat hal tersebut melahirkan ideologi yaang melahirkan manusia indonesia seutuhnya. Dialektika rasa dalam kosmologi sunda disebutnya cingcaringcing pageuh kancing artinya awalilah sesuatu dengan keterbukaan hati. Seluruh pengetahuan berawal dari bagaimana hati bisa membuka cakrawala pikiran agar mau menerima seluruh pengetahuan dari pihak lain. Egoisme seorang teknokratik akan memiliki dampak yang luas bagi perkembangan pengetahuan apabila hatinya tidak mau menerima pendapat dari orang lain, maka sunda melambangkan dengan cingcarincing pageuh kancing, awalilah dengan hati, awalilah dengan cinta. Kerangka berfikir berasal dari atmosfir yang sama, energi yang sama, kekuatan yang sama disebutlah dalam kaidah kaidah ajaran islam disebutlah fitrah.

Kemerdekaan berfikir memiliki tujuan untuk memahami alam, untuk memahami alam terdapat dua hal dalam diri kita yaitu alam pikiran dan alam rasa. Alam pikiran dan alam rasa dikembangkan oleh leluhur kita dalam sebuah piranti peradaban yang cukup.

Resume oleh : Alvaz Adnan Naufal 15119078 (Teknik Geodesi dan Geomatika )

Tuesday, March 2, 2021

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Kampus untuk Menuju Kampus Bersinar (Bersih Narkoba)

 Stadium Generale 7 

Pembicara : AKBP Susiana Soeganda, S.H., M.H. (Penyidik Madya)

BNNP jabar memiliki 3 bidang diantaranya bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat , rehabilitasi, dan berantas. Ketiga bidang tersebut harus bersinergi dan bersatu agar bisa memberantas narkoba. Latar belakang , “Ada sebuah situasi yang sudah sangat darurat, semuanya harus kerja sama karena kondisinya menurut saya sudah sangat darurat”- Presiden RI Joko Widodo, Februari 2015. Harus bergandeng tangan, bekerja sama, dan memiliki satu visi dan misi diantara institusi, masyarakat dalam upaya melaksanakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Dasar hukum yang menjadi kewajiban dalam melaksanakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) yaitu Insruksi Presiden Nomor 2 tahun 2020 tantang Rencana Aksi Nasional Pencegahan P4GN Tahun 2020-2024, Permen Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2019 tentang fasilitas P4GN dan Prekursor Narkotika, dan surat edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 354/09/Yanbangsos tantang Penguatan Program P4GN.

Isi dari Surat edaran Gubernur Jabar yaitu mewajibkan seluruh masyarakat untuk melaksanakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Pada butir keempat mewajibkan sekoah dan kampus harus berusaha dan melaksanakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba)  dalam menciptakan kampus bersinar (Bersih Narkoba). Kita perlu peduli terhadap Narkoba , berarti kita perlu memahami narkoba dan dan perlu tahu seperti apa dampaknya jika di salahgunakan. Narkoba bukan hal yang perlu dimusnahkan sebenarnya, yang harus dimusnahkan adalah penyalahgunaan nya, dimulai dari dia sebagai bandar, produsen, pengedar dan sebagai pengguna/ penyalahguna narkoba (menggunakan narkoba tanpa hak nya).

Dilihat dari asalnya narkoba ada 3 macam diantaranya Narkoba alami, Narkoba sintetis, dan narkoba semi sintetis, dan jika ketiganya di konsumsi akan berdampak pada fisik, sosial dan psikis. Narkoba alami seperti ganja, coka dsb, akan menimbulkan ketergantungan kepada orang yang mengonsumsinya dan akan menimbukan hal yang tidak bagus dan merusak seluruh kehidupannya. Narkoba sintetis sudah ada campuran bahan kimiawi, jenis ini sekarang sedang banyak sekali beredar di tengah-tengah masyarakat, belum masuk undang-undang namun teramat sangat merusak manusia. Penggolongan Narkotika yaitu Golongan I (Jenis Alam/tumbuhan) contohnya Opium. Golongan II ( sudah ada campuran kimiawi) contohnya Morfin. Golongan III (Potensi ringan ketergantungan) contohnya Codein. Sedangkan psikotropika dibagi menjadi empat golongan yaitu golongan I, golongan II, golongan III, dan golongan IV. Adapun  bahan adiktif yang dapat mengakibatkan ketagihan/ kecanduan sehingga akan mengakibatkan ketergantungan contohnya nikotin, kafein, miras, lem aibon dsb.

Dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba dapat merusak fisik, sosial, dan psikis. Dampak fisik akan berujung pada kematian (over dosis), gangguan sistem saraf karena narkoba mengarah pada susunan saraf tubuh manusia. Dampak sosial berdampak pada pribadi yang menjadi anti sosial dan acuh tak acuh, dikucilkan masyarakat, masa depan yang suram, pendidikan terganggu, dan hubungan dengan keluarga menjadi tidak harmonis. Sedangkan dampak psikis akan terjadi lamban bekerja, sering gelisah, hilang kepercayaan diri, pengkhayal, penuh curiga, tingkah laku brutal, perasaan kesal dan tertekan, menyakitui diri sendiri, dan bunuh diri. Dengan perkembangan teknologi berbagai situs bermunculan, situs komunikasi/jaringan sosial sebuah fenomena internet yang mewakili generasi muda, situs ini awalnya sering digunakan untuk mencari teman, namun pada perkembangannya digunakan sindikat narkoba untuk mencari kurir yang dapat di rekrut.

Strategi penanggulangan/ pencegahan di lingkungan kampus diantaranya Mengadakan MOU dengan BNNP, Membentuk satgas relawan anti narkoba disertai dengan regulasinya, Mengadakan test urine kepada seluruh mahasiswa baru, dan Mengadakan test urine secara sampling setiap triwulan kepada seluruh mahasiswa, Melampirkan surat bebas narkoba yang dikeluarkan oleh pihak BNN/BNNP sebagai syarat pengajuan skripsi, Mengadakan kegiatan sosialisasi, seminar, talk show, loka karya atau sejenisnya tentang narkoba, dan Kampanye bahaya penyalahgunaan Narkoba.


Resume Oleh : Alvaz Adnan Naufal 15119078 (Teknik Geodesi dan Geomatika)