"Dalam Hidup Santai Hampir Tidak Ada"

Tuesday, February 23, 2021

Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Berbasis Gender

 Stadium Generale 6

Pembicara : Siti Aminah Tardi (Komisioner Komnas Perempuan)

3 isu yang dibahas dalam Stadium Generale minggu keenam, sebagai berikut.

1.     Komnas Perempuan

Komnas perempuan didirikan oleh negara sebagai respon terhadap tuntutan masyarakat anti kekerasan terhadap pertanggungjawaban negara atas kekerasan terhadap perempuan, khususnya atas kekerasan seksual yang di derita oleh perempuan etnis tionghoa dalam Tragedi Mei 98. Landasan dan kerangka kerja Komnas Perempuan yaitu Keppres No.181/1998 , PerPres No.65/2005, UUD 1945, UU No.7/1984 tentang Ratifikasi Konvensi penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), dan Kebijakan- kebijakan lainnya tentang HAM.

Tujuan yang harus di capai dan menjadi sasaran Komnas Perempuan yaitu mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan penegakan HAM, khususnya Hak Asasi Perempuan di Indonesia. Serta tujuan kedua yaitu meningkatkan upaya pencegaham dan penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan Hak Asasi Perempuan. Tentu untuk mencapai tujuan tersebut terdapat tugas Komnas Perempuan diantaranya meningatkan kesadaran publik, melakukan tinjau ulang dan reformasi atas produk hukum dan peraturan, melakukan pemantauan dan melaporkan kekerasan terhadap perempuan, menyediakan masukan dan rekomendasi, dan membangun kerjasama/kemitraan (lokal-nasional-regional-Internasional).

 

2.     Kekerasan berbasis gender terhadap perempuan

Kekerasan yang langsung ditunjukan pada perempuan karena ia perempuan, auat kekerasan yang memengaruhi perempuan secara tidak proporsional. Di dalamnya tercakup tindakan yang menimbulkan kerugian fisik, mental, atau seksual atau penderitaan, ancaman akan tindakan semacam itu, koersi dan bentuk-bentuk perempuan kebebasan lainnya- Rekomendasi Umum CEDAW No.19 Kekerasan terhadap Perempuan.

Terdapat empat bentuk kekerasan yaitu kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi dan terdapat 3 ranah kekerasan diantaranya si Rumah tangga/ relasi personal, komunitas, dan Negara (kekerasan yang dilakukan negara baik langsung atau tidak langsung kepada perempuan). Tentunya kekerasan kekerasan tersebut memiliki dampak baik itu dampak fisik, mental, seksual dan dampak ekonomi. Adapula penyebab kekerasan terhadap perempuan diantaranya ,Kekerasan terhadap perempuan merupakan manifestasi dari hubungan yang secara historis tidak setara antara laki-laki dan perempuan, yang menghasilkan dominasi dan diskriminasi terhadap perempuan oleh laki-laki dan pencegahan akan kemajuan perempuan, selain itu penyebab kedau yaitu kekerasan terhadap perempuan dianggap sebagai kewajaran dengan demikian akar penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan , karena perempuan berada dalam posisi subordinasi (dinomor dua-kan) sehingga tidak memiliki relasi yang setara dengan lelaki , termasuk tidak dapat mengontrol tubuh, organ seksual dan reproduksinya.

 

3.     Pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender

Pencegahanm Penanganan dan pemulihan kekerasan berbasis gender haruslah dilakukan secara konprehensif dan terpadu dimulai dari individu, keluarga, komunitas dan negara. Adapun peran serta masyarakat baik itu untuk pencegahan, penanganan, perlindungan, dan pemulihan. Dalam upaya pencegahan peran serta masyarakat diantaranya sosialisasi peraturan perundang-undangan edukasi, komunikasi, dan informasi, kemudian pemberdayaan berbasis komunitas, dan mengusulkan kebijakan pencegahan KTP.

Peran serta masyarakat dalam upaya penanganan kekerasan terhadap perempuan diantaranya memberikan informasi adanya KTP, memberikan informasi kepada korban untuk mengakses lembaga penyedia layanan memberikan pertolongan darurat medis dan tempat tinggal sementara kepada korban, memberikan pendampingan dan/ atau bantuan hukum pada korban kekerasan seksual dan/atau keluarga korban. Kemudian dalam upaya perlindungan kekerasan terhadap perempuan, peran serta masyarakat diantaranya menyebarluaskan informasi mengenai fasilitas dan prosedur perlindungan korban, mambantu korban dalam mengajukan permohonan perlindungan, pemberdayaan hukum, pengembangan paralegal berbasis komunitas. Dan yang terakhir peran serta masyarakat dalam upaya pemulihan diantaranya membantu korban dalam mendapatkan pemulihan layanan pemulihan fisik, psikis, serta pemulihan ekonomi, sosbud, dan mengakses ganti rugi; mendapatkan layanan pemulihan hak politik.


Resume oleh : Alvaz Adnan Naufal 15119078 (Teknik Geodesi dan Geomatika)

Tuesday, February 16, 2021

Sastra vs Sains: Berpikir Kritis & Multidisiplin untuk Masa Depan Bangsa

Stadium Generale-5

Pembicara : Okky Madasari (Sastrawan & Kandidat P.hD National University of Singapore)

ITB 1920-1921 terdapat 28 Mahasiswa 2 diantaranya Indonesia.  Fakta sejarah dan Sosiologis pada masa lalu , ITB didirikan oleh kolonial untuk kepentingan kolonial pasca PDI, Pemerintah kolonial tak merancang Indonesia untuk maju dalam industri manufacture, Sistem Industri yang dimulai di Eropa abad 18 berimbas pada kebijakan tanam paksa dan pengerukan SDA, Myth and Stereotype: Stereotype dan mitos sengaja diciptakan. Dan Van den bosch (1830) saat itu mengungkapkan bawasanya Intelektualitas masyarakat di Jawa setara dengan anak umur 12-13 tahun dan orang Jawa malas, tak mau bekerja kalau tak dipaksa.

Fakta-fakta sejarah memberikan dampak bagi Indonesia dan tentu itu merupakan sebuah tantangan. Akibatnya yaitu Internalisasi sterepotype&mitos, Inferiority complex: rendah diri, merasa kita tak sepintar orang luar dan tak mampu bersaing, Captive mind: mental terbelenggu, Secara struktural akibat dari penjajahan dan semua sistem yang diciptakan di masa dulu menyebabkan pula Ketergantungan: Akademik, ekonomi, industri dan Kontrol atas pengetahuan oleh kekuasaan global, kekuasaan negara, dan kekuasaan agama.

Memandang tantangan hari ini tak bisa dilepaskan dari aspek sejarah dan sosiologis yang membentuknya, Memahami sejarah dan situasi sosiologis memungkinkan kita untuk melihat big picture, untuk memahami kompleksitas situasi, hanya dengan memahami kompleksitas situasi, kita bisa berinovasi dan menawarkan solusi. Pada Revolusi Industri 4.0 Musatahil tanpa memahani sejarah dan kondisi sosiologis. Sastra bercerita dengan kehidupan, manusia dan lengkap dengan konteksnya, manusia ada dalam konteks masyarakat.

Karya sastra yang mengubah wajah dunia yaitu Max Havelaar karya Multatuli. Multatuli merupakan seorang Belanda dan cikal bakal politik etis terbitnya novel Max Havelaar. Adapun Karya sastra Student Hidjo secara umum isinya menyindir pada sikap para kaum terpelajar pribumi yang alih-alih berjuang untuk bangsanya mereka jadi inferiority complex dan mereka penuh kemunafikan dan mereka bangga menjadi bagian eropa, dan Bumi Manusia isinya seorang terpelajar sudah adil sejak dalam pikiran, yang bisa sekolah di stopia. Kemudian, Buku Kerumunan terakhir karya ibu Okky Madasari yang isinya mengkritik masa kini. Kritik atas kehidupan virtual, kritik atas kedangkala, kepalsuan, mental ikut-ikutan, dan konsumerisme.

Peran sastra

1.     Big picture

Sastra menyodorkan kehidupan. Kisah manusia ditempatkan dalam konteks sosiohistorical, sastra membantu untuk melihat big picture.

2.     Questioning

Selalu mempertanyakan yang dianggap kenormalan dan Selalu melihat  yang tak tampak di muka bumi.

3.     Creativity

Akan selalu hadir dengan kebaruan isi dan bentuk

Indonesia masa depan

Agar revolusi Industri tidak hanya jadi jargon semata apalagi hanya jadi judul seminar, kita perlu membenarkan dulu cara berpikir kita, kita membenarkan dulu pemahaman kita tentang kondisi sosiologis dan historis kita, lalu kita mencoba merumuskan sebenarnya apasih yang dibutuhkan bangsa kita. Terlepas dari jargon 4.0, yang di butuhkan oleh bangsa kita yaitu  Kreativitas, Inovasi, Kemandirian sebagai sebuah bangsa, kemandirian dalam berpikir dan kemandirian dalam menciptakan sesuatu bukan sekedar konsumen, bukan sekedar penghasil bahan mentah dan yang terakhir yang dibutuhkan bangsa kita yaitu keberpihakan pada kemanusiaan.

Sastra vs Sains : Ilmuwan yang tak membaca karya sastra hanya akan menghasilkan gagasan kering, tak inovatif, tak punya jiwa, dan tak menyuarakan kemanusiaan. Sastra memberi arah kemana sains akan menuju - Okky Madasari (Seniman  dan P.hD Candidate National University of Singapore) 17 Feb 2021.

 Resume oleh: Alvaz Adnan Naufal 15119078 (Teknik Geodesi dan Geomatika)

Sunday, February 14, 2021

Coordinate System 1

Elipsois Referensi, Geoid, dan Hubungannya dengan Bumi yang sebenarnya 
    Geoid merupakan bidang ekipotensial yang berimpit dengan permukaan laut dalam keadaan tenang dan tanpa gangguan (permukaan laut rata-rata). Dalam definisi yang lain geoid adalah bentuk yang mendeskripsikan bumi dan bentuk lautan diam. Adapun pengertian lain dari geoid yang cukup berbeda, geoid adalah "bola" berbentuk tidak beraturan yang digunakan oleh para ilmuwan untuk menghitung kedalaman gempa bumi secara lebih akurat, atau benda dalam lainnya di bawah permukaan bumi. Selain itu, noaa.gov mendefinisikan bahwa Geoid merupakan model permukaan laut rata-rata global yang digunakan untuk mengukur ketinggian permukaan yang tepat. Pengertian lain berdasarkan www.dictionary.com, geoid merupakan permukaan imajiner yang bertepatan dengan permukaan laut rata-rata di laut dan perpanjangannya melalui benua. Kemudian adapun pengertian lain dari geoid, geoid adalah representasi dari permukaan bumi yang memiliki asumsi bahwa bumi diselimuti oleh laut. Representasi ini juga disebut sebagai “permukaan dengan potensi gravitasi yang sama” atau lebih mudahnya diartikan sebagai “permukaan laut rata-rata”. Adapun definisi yang mirip menurut ArcGIS for Desktop, geoid didefinisikan sebagai permukaan medan gravitasi bumi, yang kira-kira sama dengan permukaan laut rata-rata. Hal ini tegak lurus dengan arah tarikan gravitasi. Ellipsoid referensi merupakan ellipsoid putaran yang dibentuk oleh suatu ellips yang berputar pada sumbu pendeknya (Kahar, J. 2008. Geodesi. Bandung. ITB PRESS). Pengertian lain menurut UNAVCO , Ellipsoid referensi merupakan model bumi yang disederhanakan di sekitar kita, ellipsoid referensi merupakan representasi matematika yang dihaluskan dari permukaan permukaan laut dan mengabaikan efek pasang surut, arus musiman, dan gelombang. Kemudian definisi lain menurut altimetry.info, ellipsoid referensi merupakan permukaan referensi berubah-ubah yang merupakan perkiraan mentah dari bentuk bum, dan pada dasarny8a ellipsoid referensi adalah sebuah bola yang “diratakan” di kutubnya. Hubungan antara ellipsoid dan geoid dengan bumi sebenarnya yaitu pada penentuan tinggi. Tinggi orthometrik merupakan tinggi yang dihitung dari geoid ke topografi, tinggi orthometrik dicari dari selisih antara tinggi geodetik (bereferensi ke ellipsoid) dan undulasi geoid. Tinggi geodetik merupakan tinggi yang dihitung dari ellipsoid referensi ke permukaan bumi (topografi). Sedangkan undulasi geoid adalah Jarak antara satu titik di geoid dengan titik pasangannya di permukaan ellipsod (sepanjang arah normal ellipsoid). 

 Presesi, Nutasi, Pergerakan Kutub, dan Variasi LOD 
    Presesi merupakan gerakan putaran bumi (Rotasi Bumi) menyerupai gasing dimana poros putar bumi (KU – KS) ini tidak selalu mengarah ke titik yang sama di langit, sedangkan menurut Geo-Class, presesi merupakan goyangan sumbu rotasi bumi mengelilingi sumbu ekliptika dengan arah positif dalam periode 26.000 tahun lamanya. Selain itu menurut Suryadi Siregar, Presesi adalah pergeseran orientasi sumbu rotasi Bumi secara bertahap setiap satu putaran dengan orientasi sumbu rotasi kembali pada keadaan semula dalam tempo sekitar 26000 tahun. Nutasi merupakan variasi harian dalam rotasi Bumi yang disebabkan oleh torsi bahwa Bulan, Matahari dan, pada tingkat yang lebih rendah, planet-planet lain mengerahkan pada tonjolan khatulistiwa. Adapun pengertiaan lain dari nutasi, Nutasi adalah gerak iregular dalam order beberapa detik busur pada sumbu rotasi Bumi. Atau bisa juga didefinisikan sebagai pergerakan sumbu rotasi yang presesinya konstan. Selain itu nutasi juga dapat didefinisikan sebagai gerak anggukan atau gelombang pada lingkaran gerak presesi bumi dimana setiap gelombang yang ditempuh adalah sekitar 18,66 tahun yang disebabkan oleh gaya gravitasi bulan yang besar yang berusaha menarik bumi ke bidang orbit bulan dengan kemiringan orbit bulan sebesar 5,2° terhadap eliptika. Pergerakan kutub (Polar Motion) merupakan pergerakan sumbu rotasi bumi relatif terhadap bahan atau kerak bumi sendiri yangmana pergerakan kutub sendiri tidak dapat dijelaskan secara teoritis (analitis), tapi harus ditentukan melalui observasi langsung. Definisi lain dari polar motion adalah rotasi periodik sumbu putar bumi terhadap sumbu rata-rata, seperti goyangan gasing yang berputar. Sedikit variasi dalam lintang dan bujur dihasilkan dari goyangan ini karena kutub bergeser dari posisi rata-ratanya. Kutub utara rotasi berputar berlawanan arah jarum jam di sekitar posisi rata-ratanya. Adapun pengertian lain mengenai pergerakan kutub yang dijelaskan pada laman advances.sciencemag.org , Gerakan kutub adalah gerakan poros berputar bumi saat berkeliling/berputar melalui kerak bumi. hpiers.obspm.fr menjelaskan bawasanya Gerakan sumbu rotasi Bumi relatif terhadap kerak diwakili oleh Parameter Orientasi Bumi x dan y. Dalam bingkai terestrial, koordinat khatulistiwa tiang adalah x dan -y. Ini memiliki dua komponen utama yaitu : Osilasi gratis dengan periode sekitar 435 hari (Chandler bergetar) dan, Osilasi tahunan yang dipaksa oleh perpindahan musiman massa udara dan air, mengalahkan yang satu sama lain, memberikan bentuk gerakan yang berdenyut-denyut secara karakteristik Variasi Length Of Day (LOD) merupakan akibat dari kecepatan (fluktuasi) rotasi bumi yang tidak konstan. Variasi LOD akan mempengaruhi pendefinisian dari rotasi sistem koordinat. Variasi LOD akan mencakup: Variasi yang dapat diprediksi yang besarnya sampai 2ms (karena pengaruh fenomena pasang surut). Variasi yang sifatnya tidak teratur, yang dapat dibagi menjadi komponen-komponen'decadal, interannual, seasonal, and intraseasonal components. Penyebab fluktuasi kecepatan rotasi Bumi secara umum dapat diklasifikasikan sebagai: Gaya luar yang bekerja pada Bumi : yaitu berupa gaya gravitasi dari Matahari dan Bulan yang bekerja pada Bumi yang relatif bukan benda simetris homogen. Adanya perubahan-perubahan momen inersia dari Bumi, yang disebabkan adanya deformasi yang sifatnya peiodik (pasang surut, bumi maupun laut) maupun deformasi yang sifatnya nonperio dik, termasuk adanya redistribu si massa. 

Hubungan dan pengaruh dari semua variabel diatas dengan pendefinisian dan realisasi Sistem Koordinat CIS dan CTS yang umum digunakan dalam Geodesi Satelit. 
    Sistem koordinat Conventional Inertial System (CIS) merupakan sistem referensi koordinat kartesian tiga dimensi yang biasa digunakan untuk mendefinisikan posisi dan pergerakan satelit serta benda-benda langit lainnya. CIS memiliki sifat geosentrik (berpusat pada bumi) dan terikat langit, sehingga dikenal juga sebagai sistem ECSF (Earth-Centered Space-Fixed). Sedangkan, Sistem koordinat Conventional Terestrial System (CTS) merupakan sistem referensi koordinat kartesian tiga dimensi yang biasa digunakan untuk mendefinisikan posisi dan pergerakan titik-titik dipermukaan bumi. Sistem ini tidak berotasi dengan bumi, tetapi ikut berevolusi bersama bumi. CTS memiliki hubungan dengan sistem ellipsoid. Dalam hal ini titik nol kedua sistem dapat berbeda, seperti halnya juga orientasi dari sumbu-sumbu koordinatnya. Karena dalam sistem Ellipsoid, koordinat suatu titik dipengaruhi oleh ukuran dan bentuk dari ellipsoid, maka perbedaan skala antara kedua sistem mungkin saja tejadi. Bentuk bumi matematis seperti diatas memiliki peranan yang cukup penting karena bentuk tersebut akan berpengaruh pada pendefinisian sistem koordinat dan proses perhitungan dari suatu pengukuran. 

 DAFTAR PUSTAKA 
“Geoid.” Accessed February 6, 2021.https://www.maanmittauslaitos.fi/en/research/interesting-topics/geoid.
 
“Geoid, What Is Geoid?” Accessed February 6, 2021. https://www.usgs.gov/faqs/what-a-geoid-why-do-we-use-it-and-where-does-its-shape-come?qt-news_science_products=0#qt-news_science_products.
 
What is the geoid? (noaa.gov) Accessed February 6, 2021. www.dictionary.com Accessed February 6, 2021. 

(Antara Geoids dan Ellipsoids, Apa Bedanya? - Handal Selaras Group) The geoid, ellipsoid, spheroid, and datum, and how they are related—Help | ArcGIS for Desktop Accessed February 8, 2021. 

The Shape of Earth and Reference Ellipsoids | Tutorials and Handouts | Education | UNAVCO Accessed February 6, 2021. www.altimetry.info Accessed February 6, 2021. 

(“Nutation.” Accessed February 8, 2021. Mathieu Dumberry – Research page: nutations (ualberta.ca)).

(“Polar Motion.”Accessed February 8,2021. https://www.britannica.com/science/polar-motion.) www.advances.sciencemag.org Accessed February 8,2021. 

(Abidin, Hassanudin. 2001. Geodesi Satelit. PT Pradnya Paramita : Jakarta). 

“Nutasi.” Accessed February 11, 2021. https://materiilmugeografi.blogspot.com/2016/01/nutasi-bumi.html. 

“Definisi Nutasi Bumi.” Accessed February 11, 2021. https://penabaruna.wordpress.com/2014/01/06/pergerakan-bumi-presesi-dan-nutasi/. “Polar Motion.” Accessed February 11, 2021. https://hpiers.obspm.fr/eop-pc/index.php?index=pm&lang=en.

Tuesday, February 9, 2021

Leadership

Stadium Generale-4

Pembicara : Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan Republik Indonesia)

 

Diawali dengan masuk ITB pada tahun 1983, pada saat itu sedang ada beasiswa pendidikan ke luar negeri pak habibie, namun saat itu pak menteri diminta sekolah untuk mendaftar perintis 2 yang saat itu pak menteri diarahkan oleh kepala sekolahnya untuk mendaftar ke ITB karena pada saat itu tidak ada yang masuk ITB melalui jalur tersebut. Selain itu pak menteri juga keterima di FE UI, namun pada akhirnya pak menteri memutuskan untuk mengambil ITB. Pelajaran yang dapat diambil dari hal tersebut yaitu bahwa jalur hidup kita ini bukan kita yang menentukan, kita sebagai orang yang beragama percaya bahwa ini sudah diatur oleh tuhan, tidak perlu terlalu memaksakan. We just have to accept that, dengan kita bisa menerima itu semua dengan baik, kita tidak akan kecewa.

Ketika berkuliah di ITB, diwali dengan Tahap Persiapan Bersama (TPB). Saat mendapat nilai ujian pertama pak menteri bukan keluar sebagai mahasiswa yang memperoleh nilai tertinggi namun ada salah satu temannya yang memperoleh nilai sempurna (100) yaitu pak Agus, setiap kali ujian pak Agus kerap kali memperoleh nilai yang terbaik/sempurna. Pak menteri menceritakan bahwa prestasinya di  SMA kerap kali mendapat peringkat 1, berbagai kompetisi seperti siswa teladan nasional pak menteri pun menjuarainya hingga di undang ke istana negara oleh Pak Harto yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, dan tentu saat masuk ITB pak menteri tidak mau kalah saat itu. Pelajaran yang dapat diambil dari hal tersebut yaitu diatas langit masih ada langit, sehebat hebat nya kita ada orang lain  yg lebih hebat dari kita dan It’s a humbling experience juga jika kita bisa secara damai menerima ada orang lain lebih hebat dari kita. That’s leader dalam perjalanan karir kita selaku mahasiswa kedepannya.

Pak menteri juga mengungkapkan bawasanya di ITB menarik juga karena terdapat kegiatan lain selain belajar yaitu kesenian dan olahraga. Kedua unit kegiatan tersebut mengekspos kita terhadap kegiatan fisik dan kegiatan seni. Pak menteri juga mengungkapkan bahwa dirinya beruntung masuk ITB karena setelah pak menteri mengalami karir hidupnya, leadership itu ternyata ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dan pendidikan itu dimulai ditataran fisik. Leader yang baik, fisik nya harus kuat dan bagus dan itu perlu dilatih sejak kecil. Setelah ditataran fisik ada  pendidikan di tatarana akal  seperti matematik, fisika, dsb. Adapun dua pendidikan di tataran lain yang menurut pak menteri menunjang karirnya dan perlu kita semua sadari kedua tataran pendidikan ini sangat penting yaitu tataran hati dan tataran jiwa. Jadi empat tataran pendidikan ini harus dimiliki dan dialami untuk menjadi seorang leadership/ pemimpin yang baik. Tataran jiwa belajar mana yang baik mana yang benar dan tataran hati mengajarkan mana yang indah dan mana yang tidak indah. Pemimpin yang baik perlu itu semua. Pemimpin yang baik jiwanya harus baik, sebagai seorang pemimpin perlu mengetahui mana yang benar mana yang salah sehingga seorang pemimpin tidak mengambil keputusan dengan segala power yang dia dimiliki untuk berbuat sesuatu yang salah, karena itu berbahaya.

Selain itu pak menteri menyebutkan poin poin leadership yang lain diantaranya:

  •         Culture of envy it’s not good, karena dapat mengahambat bangsa kita maju.
  •       If you want to be a good leader be more humble intellectually.
  •           If u want to be a good leader, you must to be able to choose people right.
  •        Don’t look for money but look for a place where you can learn the most.


Resume Oleh : Alvaz Adnan Naufal 15119078 (Teknik Geodesi dan Geomatika ITB)

 

Tuesday, February 2, 2021

Titik Temu Sains, Teknologi, dan Seni Bisa Apa?

Stadium Generale -3 

Pembicara : Adi Panuntun (PT. Sembilan Matahari)

Berawal dari penjelasan mengenai program made in.bdg. Made in.bdg merupakan sebuah bentuk apresiasi/ keceriaan dari semua yang pernah merasa mengambil manfaat dari Kota Bandung untuk kemudian bisa menyematkan title made in.bdg di semua karya-karyanya. Ini merupakan semacam gerakan untuk menyemangati bahwa Kota Bandung tidak pernah dilupakan oleh orang-orang karena memang Bandung sebagai sebuah brand untuk sebuah kota, ia akan selalu menjadi perbincangan orang-orang dan selalu diingat oleh orang-orang.

Lika liku kehidupan kampus ITB  telah banyak dilewati sebelum lahirnya Sembilan Matahari. Mas Adi Panuntun selaku Co-Founders sembilan matahari dengan founders Sembilan Matahari adiknya sendiri yang berlatar belakang pendidikan science (Geofisika). Mereka sering berdiskusi dan ngobrol dengan sudut pandang yang berbeda, adiknya yang memiliki latar belakang science memiliki pemikiran yang runut / sistematis dan detail sedangkan Mas Adi sendiri memiliki pemikiran yang imajinatif dan terkadang pemikiran yang tidak logis muncul, keduanya memiliki hobi yang sama yang kemudian menjadi berkarya bersama. Keduanya memutuskan setelah lulus kuliah untuk membuat perusahaan sendiri. Setelah memutuskan untuk berwirausaha belum terpikir untuk memilih nama hingga setelah 2 tahun keduanya memutuskan nama perusahaannya dengan nama Sembilan Matahari. Hingga sekarang PT. Sembilan Matahari telah memiliki kurang lebih 40 karyawan dengan tidak ada satupun yang di rumahkan karena alasan krisis pandemi. Sembilan Matahari memiliki visi menjadi agen perubahan.

Semua yang bergabung di Sembilan Matahari tidak semuanya seorang designer tetapi juga ada yang memiliki basic science seperti arsitek, programmer dsb, dan Mas Adi seperti melihat miniaturnya ITB ada di Sembilan Matahari. Inilah memang yang dibutuhkan oleh zaman kita sekarang, melihat hal tersebut kita semakin menyadari kenapa di ITB harus ada jurusan seni rupa design, teknologi, science, dan sekarang harus ada sekolah bisnis dan manajemen karena memang ternyata didepan, semakin kita kolaboratif maka kita akan semakin inovatif dan akan semakin adaftif, dan satu satunya cara untuk dapat keluar dari krisis adalah mereka mereka yang paling adaftif dan disinilah Titik Temu Sains, Teknologi, dan Seni.

Untuk kita semua sebagai mahasiswa yang masih berkuliah di kampus ITB bergaulah dengan banyak jurusan lainnya, kalau bisa punya pacar jangan di satu jurusan, kalau bisa jurusan yang lain sehingga ada silaturahmi lintas disiplin yang terjadi untuk membiasakan kita nanti setelah hadir ke dunia industri dapat lebih adaftif - Adi Panuntun (CEO PT. Sembilan Matahari)

Sembilan Matahari juga pernah memproduksi film layar lebar dan mendapat piala citra tahun 2009 dengan judul Cin(T)a dengan lokasi shooting di ITB. Sembilan Matahari juga pernah menggarap projek pada perhelatan akbar ASEAN Games. Selain itu juga banyak sekali prestasi yang telah diraih Sembilan Matahari seperti 1st winner Art Vision Contest Rusia 2014, 1st place Festival of Lights Germany 2017, dan masih banyak lainnya.

For all the lights in our darkness night - Adi Panuntun

Keterbatasan bukan sebagai hambatan tetapi potensi dan tantangan untuk inovasi – Adi Panuntun



Resume Oleh : Alvaz Adnan Naufal 15119078 (Teknik Geodesi dan Geomatika ITB)