"Dalam Hidup Santai Hampir Tidak Ada"

Tuesday, February 9, 2021

Leadership

Stadium Generale-4

Pembicara : Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan Republik Indonesia)

 

Diawali dengan masuk ITB pada tahun 1983, pada saat itu sedang ada beasiswa pendidikan ke luar negeri pak habibie, namun saat itu pak menteri diminta sekolah untuk mendaftar perintis 2 yang saat itu pak menteri diarahkan oleh kepala sekolahnya untuk mendaftar ke ITB karena pada saat itu tidak ada yang masuk ITB melalui jalur tersebut. Selain itu pak menteri juga keterima di FE UI, namun pada akhirnya pak menteri memutuskan untuk mengambil ITB. Pelajaran yang dapat diambil dari hal tersebut yaitu bahwa jalur hidup kita ini bukan kita yang menentukan, kita sebagai orang yang beragama percaya bahwa ini sudah diatur oleh tuhan, tidak perlu terlalu memaksakan. We just have to accept that, dengan kita bisa menerima itu semua dengan baik, kita tidak akan kecewa.

Ketika berkuliah di ITB, diwali dengan Tahap Persiapan Bersama (TPB). Saat mendapat nilai ujian pertama pak menteri bukan keluar sebagai mahasiswa yang memperoleh nilai tertinggi namun ada salah satu temannya yang memperoleh nilai sempurna (100) yaitu pak Agus, setiap kali ujian pak Agus kerap kali memperoleh nilai yang terbaik/sempurna. Pak menteri menceritakan bahwa prestasinya di  SMA kerap kali mendapat peringkat 1, berbagai kompetisi seperti siswa teladan nasional pak menteri pun menjuarainya hingga di undang ke istana negara oleh Pak Harto yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, dan tentu saat masuk ITB pak menteri tidak mau kalah saat itu. Pelajaran yang dapat diambil dari hal tersebut yaitu diatas langit masih ada langit, sehebat hebat nya kita ada orang lain  yg lebih hebat dari kita dan It’s a humbling experience juga jika kita bisa secara damai menerima ada orang lain lebih hebat dari kita. That’s leader dalam perjalanan karir kita selaku mahasiswa kedepannya.

Pak menteri juga mengungkapkan bawasanya di ITB menarik juga karena terdapat kegiatan lain selain belajar yaitu kesenian dan olahraga. Kedua unit kegiatan tersebut mengekspos kita terhadap kegiatan fisik dan kegiatan seni. Pak menteri juga mengungkapkan bahwa dirinya beruntung masuk ITB karena setelah pak menteri mengalami karir hidupnya, leadership itu ternyata ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dan pendidikan itu dimulai ditataran fisik. Leader yang baik, fisik nya harus kuat dan bagus dan itu perlu dilatih sejak kecil. Setelah ditataran fisik ada  pendidikan di tatarana akal  seperti matematik, fisika, dsb. Adapun dua pendidikan di tataran lain yang menurut pak menteri menunjang karirnya dan perlu kita semua sadari kedua tataran pendidikan ini sangat penting yaitu tataran hati dan tataran jiwa. Jadi empat tataran pendidikan ini harus dimiliki dan dialami untuk menjadi seorang leadership/ pemimpin yang baik. Tataran jiwa belajar mana yang baik mana yang benar dan tataran hati mengajarkan mana yang indah dan mana yang tidak indah. Pemimpin yang baik perlu itu semua. Pemimpin yang baik jiwanya harus baik, sebagai seorang pemimpin perlu mengetahui mana yang benar mana yang salah sehingga seorang pemimpin tidak mengambil keputusan dengan segala power yang dia dimiliki untuk berbuat sesuatu yang salah, karena itu berbahaya.

Selain itu pak menteri menyebutkan poin poin leadership yang lain diantaranya:

  •         Culture of envy it’s not good, karena dapat mengahambat bangsa kita maju.
  •       If you want to be a good leader be more humble intellectually.
  •           If u want to be a good leader, you must to be able to choose people right.
  •        Don’t look for money but look for a place where you can learn the most.


Resume Oleh : Alvaz Adnan Naufal 15119078 (Teknik Geodesi dan Geomatika ITB)

 

No comments: